Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Mei 2014

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia(AISI) mengungkap Pemalsuan Komponen Motor Sebesar 20_30 Persen

Awiejaya,
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia Ungkapkan Pemalsuan Komponen Motor Sebesar 20-30 Persen? Waspadai kalau harga di bawah harga eceran Dalam seminar yang pernah dilakukan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI),

Ketua Umum AISI mengungkapkan diduga pemalsuan komponen motor sebesar 20-30 persen. Menurutnya, komponen fast moving paling banyak dipalsukan. Maraknya pemalsuan disinyalir akibat selisih harga yang terlalu jauh antara komponen orisinal dan suku cadang palsu. Menurut Gunadi yang ketua AISI itu, pembeli dominan adalah masyarakat pada kelas ekonomi paling bawah.

Berdasarkan perhitungan bapak pemilik nama lengkap Gunadi Sindhuwinata, nilai bisnis sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar Rp 75 triliun. Jadi kebayang dong berapa putaran uang di dunia komponen aspal ini. Ada beberapa alasan yang membuat tingginya minat beli masyarakat terhadap suku cadang palsu. Utama harga jual yang jauh lebih murah dibanding produk orisinal. kulitas yang hampir sama, dan barang asli sulit dicari di pasar. Pabrikan motor yang kerap menjadi sasaran pemalsuan tentunya adalah pabrikan dengan volume penjualan besar.

Di Indonesia siapa lagi kalau bukan motor merek Honda dan Yamaha. Dheni Setiawan, Deputy GM Parts Division PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan data pemalsuan Honda Genuine Parts (HGP) didapat berdasarkan temuan, laporan dan investigasi di lapangan. “Untuk data seberapa besar pastinya komponen HGP palsu yang beredar di pasar kami belum tahu pasti,” sebut Dheni Dheni menambahkan yang jelas, AHM akan terus melakukan survey dan investigasi mengenai HGP palsu di pasar sebagai komitmen kami untuk terus memberikan produk yang terbaik dan melindungi konsumen terhadap penipuan komponen palsu,” ungkapnya lebih lanjut.

Hal senada dikatakan oleh Robby Sidharta, Assistant Manager Spare Parta Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). “Kebanyakan yang dipalsukan adalah kampas rem. Berapa angka pemalsuannya kami tidak memiliki angka pastinya,” tegas Robby. Robby menjelaskan secara kemasan memang antara asli dan palsu sangat mirip. “Kami saja agak sulit mengidentifikasinya langsung. Untuk kepastiannya harus dibawa ke labortorium vendor baru ketahuan aspal atau tidaknya,” bilang pria berkulit putih ini. Untuk meminimalkan dampak buruk pemalsuan, pabrikan terus melakukan edukasi ciri-ciri produk. “Informasi ciri asli dan palsu ke konsumen dan jaringan sehingga konsumen dapat menghindari pembelian produk palsu,” sebut Dheni.

Baik Dheni maupun Robby menyebutkan agar konsumen membeli spare-parts di jaringan penjualan resmi. “Waspadai kalau barang yang dijual jauh di bawah harga eceran tertinggi, teliti kembali sebelum membeli berdasarkan ciri-ciri,” saran keduanya. (www.motorplus-online.com)

Pentingnya Deteksi Dini Aki Sepeda Motor

Awiejaya,
Mendeteksi proses pengisian listrik pada aki sepeda motor penting dilakukan. Hal tersebut untuk mencegah aki mati tiba-tiba. Efeknya tentu akan mengganggu sistem kelistrikan dan injeksi (bagi yang sudah menggunakan). Bagaimana cara mendeteksi sudah diulas di artikel sebelumya.

Jika setelah dilakukan pengecekan ternyata pengisian aki tidak normal, tentu ada langkah lanjutan yang perlu Anda ketahui. Ari Tristianto Wibowo, Product Marketing Technical Support DMS Motor, bengkel spesialis kelistrikan dan efisiensi motor di Jati Asih, Bekasi, mengatakan, umumnya kerusakan ada pada regulator atau kumparan. ”Saat memeriksa pengisian aki dengan mengukur tegangan mesin hidup di putaran sekitar 3.000 rpm, kita lihat apakah pengisian kurang (tekor) atau berlebih (over).

Kembali ke perumpamaan air di ember dan keran, air di ember harus dijaga selalu penuh, tapi tidak boleh luber. Jadi derasnya air yang keluar dari keran harus mengikuti penggunaan air di ember,” urai Ari. Lebih detail, Ari menjelaskan, keran air adalah perumpamaan untuk regulator atau sering disebut kiprok. Anggaplah kiprok adalah keran air yang bekerja otomatis memantau penuhnya ember.

Jika pengisian berlebih hingga mencapai 15 V atau lebih, sudah bisa dipastikan kiproknya yang rusak. Ganti kiprok dan pengisian akan normal kembali. Donny Apriliananda Kiprok pada sepeda motor, salah satu penyebab tidak stabilnya pengisian aki. Cek ”sumber air”. Namun jika pengisian tekor atau kurang, ada dua kemungkinan, kerannya rusak, atau sumber airnya yang bermasalah. Anggaplah sumber air itu adalah Perusahaan Air Minum (PAM). Walau keran normal dan terbuka penuh, kalau PAM tidak memberi air cukup, percuma. ”PAM adalah perumpamaan untuk kumparan atau sepul.

Sepul bekerjasama dengan magnet yang berputar untuk menghasilkan listrik. Berdasarkan pengalaman, jarang sekali magnet rusak, biasanya kalau tidak kiprok berarti sepul, kecuali pada Vespa keluaran lawas, cukup sering terjadi magnet rusak,” jelas Ari. Untuk memastikan sepul rusak atau tidak, perlu dilakukan pengukuran tegangan pada arus dari sepul sebelum kiprok. Arus listrik ini adalah bolak balik atau AC.

Tegangan saat stasioner sekitar 25-30 V, sedangkan saat putaran mesin naik bisa mencapai 100 V. Jika kurang, sudah pasti sepul rusak. ”Pengisian tekor atau berlebih akan merusak aki dan perlengkapan listrik lain. Banyak kasus saat pengisian berlebih aki akan menggembung seperti balon,” pesan Ari.